Ilmu dan Akhlak: PCINU Suriah Gelar Refleksi Urgensi Pendidikan di Hari Santri 2024

Peringatan Hari Santri Nasional 2024 digaungkan hingga ke manca negara, termasuk di Damaskus, Suriah. PCINU Suriah mengambil momen penting ini untuk mengadakan kajian ilmiah mendalam. Fokus utama kegiatan adalah merefleksikan urgensi sinergi antara ilmu dan akhlak sebagai fondasi utama pendidikan santri di era globalisasi.

Acara refleksi ini diadakan di Ma’had Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni, Damaskus. Para santri nusantara berkumpul untuk mendengarkan kajian berjudul “Peran Ilmu dalam Memperbaiki Akhlak”. Ini menunjukkan komitmen kuat santri di luar negeri terhadap nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama.

Kehadiran ulama terkemuka dari Suriah, yang dikenal sebagai Negeri Syam, memperkaya diskusi tentang pentingnya adab dan pengetahuan. PCINU Suriah berupaya menjembatani warisan intelektual Timur Tengah dengan semangat kebangsaan Indonesia. Santri diharapkan tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga mulia dalam berperilaku.

Refleksi ini menegaskan bahwa menjadi santri bukan hanya soal menghafal, tetapi tentang pembentukan karakter. Di tengah tantangan zaman yang serba disruptif, pendidikan santri harus memadukan penguasaan ilmu modern tanpa meninggalkan akar spiritual. Ini adalah kunci agar santri bisa berkontribusi positif bagi bangsa dan dunia.

Ketua PCINU Suriah menekankan bahwa Hari Santri adalah saatnya menanamkan kembali semangat Resolusi Jihad 1945. Semangat ini bukan hanya tentang membela negara, melainkan juga berjuang melalui jalur pendidikan dan moralitas. Santri adalah pewaris tradisi sekaligus inovator masa depan.

Melalui kegiatan ini, diaspora santri Indonesia di Suriah menunjukkan peran strategis mereka sebagai duta bangsa. Mereka membawa wajah Islam Nusantara yang moderat dan toleran ke kancah internasional. Refleksi Hari Santri ini menjadi ajang penguatan jejaring kebangsaan dan keislaman.

Kegiatan refleksi tentang urgensi pendidikan ini diharapkan bisa menginspirasi santri di seluruh dunia. Ilmu yang tinggi tanpa dibarengi akhlak yang baik akan kehilangan arah dan manfaatnya. Oleh karena itu, tholabul ilmi (menuntut ilmu) dan tahdzibul akhlaq (memperbaiki akhlak) harus berjalan beriringan.

Acara yang digagas oleh PCINU Suriah ini juga bagian dari rangkaian perayaan yang lebih luas, termasuk lomba keislaman dan kebangsaan. Hal ini untuk menggelorakan semangat nasionalisme di Negeri Syam. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan santri yang mandiri, berakhlak, dan siap membawa Indonesia menuju masa keemasan 2045.