Lingkungan tempat tinggal yang asri dan sejuk memiliki pengaruh positif terhadap kesehatan mental serta konsentrasi belajar para peserta didik berasrama. Penataan lanskap hijau di sekitar gedung kamar dan ruang kelas dilakukan guna menciptakan suasana belajar yang nyaman serta bebas dari polusi udara. Pengembangan area penghijauan menjadi agenda rutin pengurus dalam rangka mewujudkan konsep kampus hijau yang berkelanjutan.
Pengalokasian dana perawatan taman melingkupi pangkas rumput berkala, pemupukan organik, pemangkasan dahan pohon pelindung, serta pemeliharaan sistem penyiraman otomatis. Informasi pengeluaran pemeliharaan area penghijauan disampaikan terbuka dalam rapat bulanan komite guna menjaga akuntabilitas keuangan. Keterbukaan ini memastikan setiap dana lingkungan dimanfaatkan secara efektif sesuai dengan kebutuhan lapangan harian.
Pembelian bibit tanaman hias dan pohon pelindung baru disesuaikan dengan daya tahan tanaman terhadap kondisi iklim lokal agar tidak cepat mati. Tim kebersihan asrama bekerja sama dengan pekerja taman profesional untuk mengelola kompos dari sampah dedaunan kering di sekitar area penghijauan. Pengolahan limbah mandiri ini berhasil mengurangi pengeluaran pembelian pupuk buatan secara signifikan.
Selain penataan ruang hijau, perhatian pengelola juga tertuju pada fasilitas kebugaran seperti pemeliharaan lapangan bulutangkis agar para santri dapat berolahraga dengan aman. Kehadiran taman asri yang berdampingan dengan lapangan olahraga terbuka menciptakan kawasan aktivitas luar ruang yang ideal bagi seluruh penghuni.
Rekapitulasi biaya operasional kebersihan dan lanskap diperiksa rutin oleh bendahara yayasan sebelum dipublikasikan pada papan transparansi publik. Dokumentasi pembelian alat perkebunan, pupuk, serta upah tenaga kerja eksternal dicatat lengkap dengan bukti kuitansi yang sah. Transparansi administrasi ini memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola lembaga pendidikan.
Keberadaan taman dan pepohonan rindang di sekitar asrama terbukti meningkatkan kualitas udara serta memberikan efek relaksasi bagi anak didik setelah beraktivitas seharian. Ruang terbuka hijau juga menjadi tempat favorit santri untuk berdiskusi dan membaca buku pada sore hari. Pemeliharaan yang konsisten menjamin kelestarian lingkungan tempat tinggal santri tetap terjaga baik.