Di tengah revolusi industri 4.0, peran lembaga pendidikan dalam membekali siswa dengan literasi digital menjadi sangat vital. Pesantren Unggulan menyadari bahwa teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar, sehingga mereka proaktif Membuka Jendela Ilmu Pengetahuan dengan mengintegrasikan pelajaran coding (pemrograman) dan robotika ke dalam kurikulum. Inisiatif Pesantren Unggulan untuk mendirikan Klub Robotika dan Coding merupakan Inovasi Program yang bertujuan Mencetak Hafiz Al-Qur’an sekaligus Santri Multitalenta yang mahir dalam ilmu komputasi, menjembatani kesenjangan antara tradisi keagamaan dan kemajuan teknologi.
Integrasi teknologi ini didukung oleh Model Kurikulum Pesantren yang terstruktur. Walaupun sesi sore dan malam hari didedikasikan untuk Sistem Muroja’ah Intensif dan kajian kitab kuning, sesi akademik formal di pagi hari mencakup mata pelajaran TIK yang diperkaya. Namun, fokus utama pembelajaran coding dan robotika terletak pada kegiatan ekstrakurikuler wajib. Coding Club dan Robotics Club ini diadakan secara rutin, misalnya setiap Rabu sore dari pukul 16.00 hingga 17.30, di Laboratorium Komputer atau maker space pesantren.
Program ini tidak hanya mengajarkan sintaksis bahasa pemrograman, tetapi juga melatih keterampilan problem-solving, logika, dan berpikir sistematis. Santri belajar membuat aplikasi sederhana, mendesain website pesantren, atau merakit robot yang dapat diprogram untuk melakukan tugas tertentu, seperti membersihkan area Asrama sebagai Laboratorium Hidup atau mendeteksi sampah. Proyek-proyek ini diawasi oleh Instruktur Teknologi yang direkrut melalui kerjasama dengan Perusahaan Start-up Edukasi Digital sejak awal tahun 2025.
Inovasi ini juga didukung oleh pemahaman mendalam tentang etika digital, yang merupakan bagian dari Pendidikan Karakter 24 Jam. Sebelum santri diizinkan menggunakan komputer atau gawai dalam sesi coding, mereka diajarkan pentingnya Detoksifikasi Digital dan etika Islam dalam berinteraksi dengan teknologi. Kiai sebagai Role Model sering menyampaikan nasihat tentang pentingnya menggunakan ilmu teknologi untuk kebaikan umat (maslahah), dan menghindari hoax atau cyber-bullying. Pendekatan ini memastikan bahwa Santri Multitalenta yang dihasilkan tidak hanya memiliki skill yang tinggi, tetapi juga integritas moral yang teruji.
Bukti keberhasilan Pesantren Unggulan dalam bidang ini tercermin dari prestasi kompetisi. Tim robotika santri dari salah satu Pesantren Unggulan di Indonesia berhasil memenangkan Piala Rektor pada ajang Kompetisi Robotika Nasional (KRN) yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 5 Desember 2024. Pencapaian ini menegaskan bahwa fokus spiritual dan akademik dapat berjalan beriringan, menghasilkan generasi muda yang siap menjadi inovator teknologi sambil tetap berpegang teguh pada ajaran agama.