Belajar membaca Al-Qur’an di pesantren menekankan pada ketelitian hukum Tajwid, terutama Hukum Nun Mati. Dua aturan yang paling sering menimbulkan Kesalahan Iqlab dan Idgham adalah Iqlab (mengganti) dan Idgham (memasukkan). Menguasai kedua hukum ini adalah prasyarat penting untuk mencapai bacaan yang benar dan fasih.
Hukum Nun Mati merujuk pada kaidah yang berlaku ketika huruf Nun Sukun ($\text{نْ}$) atau Tanwin bertemu dengan salah satu dari 28 huruf Hijaiyah. Ada empat hukum utama: Izhar, Idgham, Iqlab, dan Ikhfa. Para santri diwajibkan menghafal dan memahami perbedaan mendasar dari keempat hukum ini secara praktis, bukan hanya teoritis.
Kesalahan Iqlab sering terjadi karena kekeliruan dalam proses penggantian bunyi. Iqlab terjadi ketika Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf Ba ($\text{ب}$). Nun atau Tanwin harus diubah bunyinya menjadi mim samar ($\text{م}$) dengan dengung (ghunnah) selama dua harakat, dan merapatkan bibir dengan lembut.
Pelatihan khusus di pesantren berfokus untuk mengatasi Kesalahan Iqlab ini. Santri dilatih untuk tidak menekan bibir terlalu keras saat Iqlab, yang akan menghasilkan bunyi mim yang terlalu jelas. Dengung yang tepat adalah ciri keberhasilan Iqlab yang membedakannya dari mim sukun murni.
Sementara itu, Hukum Idgham juga sering menjadi tantangan. Idgham (memasukkan) terjadi ketika Nun Mati atau Tanwin bertemu salah satu huruf Ya-Raa-Mii-Laam-Wau-Nuu ($\text{ي ر م ل و ن}$), yang disingkat Yarmalun. Idgham terbagi menjadi Bighunnah (dengan dengung) dan Bila Ghunnah (tanpa dengung).
Latihan Khusus Nun Mati di pesantren sering menggunakan metode talaqqi (langsung dari guru) untuk mengoreksi Idgham secara Bighunnah dan Bila Ghunnah. Kesalahan umum adalah gagal menghilangkan sama sekali bunyi Nun saat Idgham Bila Ghunnah pada huruf Lam ($\text{ل}$) dan Ra ($\text{ر}$).
Menguasai kedua hukum ini, termasuk Kesalahan Iqlab dan Idgham, memerlukan ketelitian dan pengulangan. Teknik musyafahah (mendengar dan menirukan) dari guru sangat penting untuk memastikan santri menangkap bunyi dengung (ghunnah) yang tepat dan panjang yang benar.
Dengan Latihan Khusus Nun Mati yang intensif dan perhatian penuh pada detail pengucapan, Iqlab dan Idgham dapat dikuasai dengan baik. Penguasaan Hukum Nun Mati ini menjadi indikator penting fashahah dan tartil bacaan Al-Qur’an, yang menjadi target utama di lingkungan pesantren.